Kupang - Beberapa masyarakat di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengadakan tindakan demo berkaitan masalah posisi tanah. Awalannya tindakan itu tidak memperoleh ijin dari faksi berkuasa.
Tetapi polisi ambil diskresi selaku wujud tertarik ke masyarakat. Beberapa orang dibolehkan mengadakan tindakan demonstrasi dengan persyaratan: teratur dan sesuai batasan waktu yang dipastikan.
"Awalannya ada gagasan pengutaraan opini, tidak kita beri ijin. Satuan tugas COVID-19 tidak memberikan referensi. Tetapi kita menghargakan mereka, kita berikan kebijakan dengan batasan waktu spesifik. Rupanya mereka menyalahartikan tindakan itu dengan mengusik keteraturan umum. Kita dorong ke belakang untuk kembali lagi di titik demonstrasi awalnya," kata Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung waktu dikontak, Jumat (11/12/2020).
AKPB Aldian menjelaskan ada beberapa massa yang lakukan blokade jalanan. Keadaan ini pasti mengusik rutinitas masyarakat lain.
Polisi lalu berusaha kembalikan massa di titik awalnya posisi demonstrasi yang dibolehkan. Beberapa polisi 'mendorong' massa supaya jalan raya tidak terusik.
Keadaan sempat kacau. Beberapa massa, terhitung beberapa anak tidak langsung mengikut anjuran petugas. Tindakan itu berlangsung di Babau, Kupang Timur, Kupang, NTT, Kamis (11/12).
Selanjutnya berlangsung peristiwa seorang anak baru gede (ABG) lelaki menantang anjuran polisi. ABG yang bertelanjang dada itu menyepak anggota polisi.
Sekalian sedikit berjalan mundur, ABG itu menempatkan kuda-kuda untuk ala-ala olahragawan kickboxing: tangannya bersiaga di muka dan satu kakinya diangkat tertekuk dalam status siap menyepak.
Polisi tidak tinggal diam. Polisi lagi menggerakkan massa untuk membuyarkan diri. Situasi dalam video nampak sedang ramai.
Nampak ABG itu ada bersama minimal 4 orang yang lain seumuran. Mereka nampak bicara menuju polisi.
Polisi itu masih mengendalikan diri dan menggerakkan ABG dan temannya untuk tinggalkan posisi. Tidak jauh dari titik kejadian itu, nampak beberapa orang yang bawa bendera Merah-Putih dan berjalan tinggalkan posisi.
ABG yang menyepak polisi itu sempat ditangkap polisi untuk dibina. Tetapi ABG itu lalu dipulangkan sebab masih berumur beberapa anak dan masih 'duduk di kursi sekolah'.
Saat itu, polisi masih mengecek beberapa orang dewasa. Polisi sayangkan tindakan demonstrasi itu menyertakan beberapa anak.
"Ya, kita ditangkap, kita check. Sehubungan (ia) masih sekolah, kita beri pembimbingan. Kita balikkan pada orang tua mereka. Sesaat yang dewasa dicheck lebih intens," kata AKBP Aldinan.
Baca Juga :
Berhenti Sangkaan Kejahatan Perang Inggris di Irak Gara-gara Tidak Ada Bukti



0 Comments