Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk daftar 50 besar muslim punya pengaruh di dunia tahun 2021. Wakil Ketua Dewan Alasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyidin Djunaidi memandang instansi yang mengeluarkan daftar itu perlu dites keasliannya.
"Instansi survey di Jordania itu biasa lakukan surveynya dari sekian waktu. Seperti instansi survey yang lain di dunia, dia benar-benar bergantung pada data input yang diterima," kata Muhyidin ke reporter, Selasa (15/12/2020) malam.
"Daftar figur muslim dipengaruhi versus instansi survey di atas kelihatannya perlu harus dites keasliannya," sambungnya.
Dijumpai, daftar 500 Muslim Dunia Paling Punya pengaruh Tahun 2021 diedarkan oleh Pusat Studi Taktik Islam Kerajaan (The Royal Islamic Taktikc Studies Centre/RISSC), instansi penelitian mandiri yang terafiliasi dengan Institut Aal Al Bayt Kerajaan untuk Pertimbangan Islam, bertempat di Amman, Yordania.
Selanjutnya, Muhyiddin menjelaskan supaya figur yang terhitung di dalam perincian itu tidak untuk terlena. "Kita tidak bisa terlena oleh sanjungan yang nantinya bisa meninabobokan, dan berasa senang, dan lupa diri," katanya.
RISSC merangkum jika muslim punya pengaruh ialah muslim yang memunculkan imbas pada dunia muslim. Imbas ini dapat positif atau negatif, bergantung pemikiran yang dipakai.
Dikutip dari situs sah The Muslim 500, dijangkau detikcom pada Selasa (15/12), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jadi nama teratas. Pada 2020, Erdogan ada di rangking keenam, sedang Raja Salman ada pada status keempat. Tentang hal figur yang tahun kemarin tempati status nomor satu ialah pimpinan Deobandi Sheikh Muhammad Taqi Usmani, sekarang ada di status kelima.
Ada 3 orang Indonesia yang masuk 50 besar adalah Presiden Jokowi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan ulama/anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya.
Jokowi tempati posisi keduabelas. Di tahun awalnya, Jokowi berada di rangking ke-13. Sesaat Said Aqil ada di status ke-18 dan Habib Luthfi ada di rangking ke-32.



0 Comments