Jakarta - Team Detasemen Spesial (Densus) 88 Antiteror Poli tangkap tersangka teroris bom Bali 1, Zulkarnaen alias Bijak Sunarso. Zulkarnaen mempunyai aksi panjang pergerakan terorisme di Indonesia bersama barisan Jemaah Islamiyah (JI).
"Jika yang DPO Polri ini benar-benar mengagumkan, ini yakni terdakwa Zulkarnaen jika di jaringan JI, di susunan tahun 98 jika terdakwa ini jadi panglima Askari," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono waktu pertemuan jurnalis di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).
Argo menjelaskan dalam susunan organisasi JI tahun 1998 ada nama Zulkarnaen didalamnya, susunan itu nyaris sama dengan susunan organisasi lain biasanya. Ada susunan di bagian pengajaran, sumber daya manusia (SDM), sampai sumber daya ekonomi (SDE).
"Telah komplet ada amirnya dan ada sektor yang mengepalai, ada sektor pengajaran, SDM dan SDE dan sisi lain. Seluruh nyaris sama dengan satu organisasi biasa dan ada mengepalai banyak wilayah mana yang 1, 2, 3 yang daerahnya tidak cuman di Indonesia tetapi sampai Malaysia dan Singapura," katanya.
Argo sampaikan Zulkarnaen diketahui selaku arsitek dan otak dari beberapa kejadian pengeboman di Tanah Air. Zulkarnaen, kata Argo, bisa membuat dan menginformasikan gagasan sasaran pengeboman ke kelompoknya.
"Terdakwa Zulkarnaen ini, mempunyai kekuatan selaku arsitek. Arsitek otak kejadian intimidasi bom. Jadi ia dapat berencana dan ia dapat menginformasikan ke korps-nya itu dimulai dari membuat kejadian pengeboman, dapat serentetan ia dapat lakukan. Ia pakarnya sektor arsitek mengenai bom," katanya.
Argo menjelaskan sepanjang jadi buronan, Zulkarnaen sering beralih-pidah tempat. Argo menyebutkan ada seputar 25 kota yang pernah jadi tempat pelabuhan Zulkarnaen sepanjang jadi DPO polisi.
"Zulkarnaen ini sepanjang DPO benar-benar beralih-pindah tempat, ada sampai ke kota-kota, ada 25 kota lah di Jawa, Sulawesi, berada di Palembang, berada di Lampung telah ada seluruh," katanya.
Argo mengutarakan, dalam pelariannya sepanjang jadi buron, Zulkarnaen ditolong oleh beberapa sel JI. Kecuali menolong pelarian, beberapa sel JI menolong suntikan dana ke Zulkarnaen.
"Zulkarnaen ini dalam pelariannya, DPO Mabes Polri, ia ditolong oleh beberapa sel jaringan mereka di tiap kota. Di tiap kota ia lari, ditolong oleh sel-selnya. Yang berkaitan diongkosi oleh sel jaringan itu yang memberikan kontribusi, dari JI pusat yang memberikan kontribusi sepanjang dalam pelarian," katanya.
Selanjutnya Argo menjelaskan Zulkarnaen membuat team istimewa yang sejumlah 19 orang. Barisan itu dibuat untuk lakukan pengeboman di beberapa mantiqi atau daerah yang telah dipetakan. Dimulai dari Indonesia sampai Australia.
"Zulkarnaen ini mengepalai atau membuat team khos, team khos itu team istimewa. Di situ ada 19 orang itu Amrozi, Dul Matin, Ali Imron, terhitung dibanding team khos-nya. Ada Imam Samudra ya. Selaku panglima ia di sana," Kata Argo
"Untuk sasarannya ada mantiqi 1, mantiqi 2, mantiqi 3. Mantiqi 1 itu Malaysia dan Singapura. Dari mantiqi 2 itu Indonesia sisi barat, dan mantiqi 3 itu Indonesia timur, seperti Ambon dan Poso. Dan mantiqi 4 itu Australia. Ada beberapa mantiqi yang masuk di dalam daerahnya," tambahnya.
Sebelumnya telah dikabarkan, Zulkarnaen alias Aris Sumarsono alias Daud alias Zaenal Bijakin alias Abdulrahman diamankan Team Densus 88 Antiteror. Buron teroris Bom Bali I ini diamankan sesudah jadi buron sepanjang 18 tahun.
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menerangkan Zulkarnaen diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, pada Kamis (10/12) jam 19.30 WIB. Ia diamankan tiada perlawanan.
Baca Juga :
London Kembali lagi Lockdown Sesudah Masalah Corona Naik Kembali



0 Comments