Jakarta - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Lotharia Latif menghargai sikap beberapa pasangan calon (paslon) kepala wilayah di NTT, pada Pemilihan kepala daerah Serempak 2020. Latif menjelaskan habis step perhitungan, beberapa peserta Pemilihan kepala daerah sama-sama bersilaturahmi.
"9 Kabupaten yang mengadakan Pemilihan kepala daerah 2020 yakni Kabupaten Belu, Malaka, Timor tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai Barat, Manggarai dan Ngada," kata Latif dalam info tercatat, Jumat (11/12/2020).
Latif mengutarakan di Kabupaten Sabu Raijua dan Sumba Timur, paslon bupati dan wakil bupati yang pencapaian suaranya semakin sedikit sudah menyampaikan selamat ke paslon yang mendapatkan suara paling banyak. Bahkan juga di sejumlah daerah, paslon telah sama-sama berkunjung dan bersilaturahmi pascapenghitungan suara dalam tempat pengambilan suara (TPS).
"Respek dengan beberapa pasangan calon bupati dan wakil bupati yang sudah dengan ksatria memberi selamat ke pasangan calon yang raih suara paling banyak. Walau masih saya minta seluruh masih sabar, menanti hasil sah perhitungan suara dari KPU," papar ia.
Ia selanjutnya mengingati beberapa paslon yang percaya dianya memenangkan pemilihan kepala daerah, tidak untuk euforia seperti konvoi atau mengadakan perayaan yang membuat keramaian. Latif sampaikan kemenangan di pemilihan kepala daerah adalah titik awalnya beberapa paslon mengemban pekerjaan berat, yaitu merealisasikan janji-janji kampanyenya.
"Sesungguhnya pekerjaan yang lebih berat sudah menanti, sama janji-janji yang sudah dikatakan ke rakyat waktu kampanye," papar ia.
Ke paslon yang mendapatkan suara lebih rendah, Latif mengharap untuk selalu berjiwa besar dan memprioritaskan persatuan dan kesatuan, dan semangat membuat wilayahnya. "Seterusnya (pasangan calon yang kalah) masih bisa mengkritik jalannya pembangunan wilayah secara bernilai," sambungnya.
Paling akhir, Latif mengingati supaya beberapa paslon masih jaga kenyamanan. "Jangan pertaruhkan warga kecil dengan beberapa hal yang menggerakkan berlangsungnya perselisihan dan pengacau karena hanya tekad kekuasaan yang malah akan bikin rugi kita bersama," pungkas Latif.
Baca Juga :



0 Comments